Sebagai
negara berdaulat, kehadiran pemimpin selalu dinanti oleh rakyat. Pemimpin
adalah orang spesial yang memiliki posisi berharga bagi masa depan bangsa. Mau
dibawa kemana negeri ini, bergantung pada sosok pemimpin negeri. Maka tak
heran, jika seorang pemimpin menjadi harapan bagi semua umat.
.
Hemat
penulis, Pemimpin memiliki makna laksana merpati. Ia memiliki pribadi yang
lembut dan mampu setia mengayomi pada rakyat. Ia tak tergoda pada permainan
politik yang tidak sehat. Pemimpin juga tercermin pada diri Ratu Semut. Ia
bekerja tak pernah luput dari memikirkan rakyat. Ia mensiasati semua
kemungkinan yang akan terjadi dan selalu memikirkan masa depan dan cita-cita
bangsa. Seorang pemimpin juga memiliki jiwa pemberani laksana Raja Rimba, akan
tetapi keberanian itu disertai dengan hati nurani yang tahan emosi. Ia
menggunakan keberaniannya hanya untuk melindungi, memberi kenyamanan dan
ketentraman rakyat, bukan berambisi pada kepentingan pribadi. Seorang pemimpin tak
lupa memiliki sikap bagai Si Induk Ayam yang adil terhadap rakyat. Ia tidak
memikirkan perut sendiri, mampu berlaku secara adil pada semua rakyat untuk
dipenuhi hak-haknya.
.
Dengan memahami
makna pemimpin di atas, hemat penulis seorang pemimpin itu memiliki tanggung
jawab yang tidak mudah. Di samping pada besarnya program yang harus dijalankan,
dalam perjalanannya seorang pemimpin harus menuai banyak rintangan dan godaan.
Maka tak heran, jika kehadiran pemimpin di negeri ini belum sepenuhnya sesuai
dengan harapan rakyat. Banyak janji-janji pemimpin yang hanya menjadi dongeng
sesaat. Mereka para pemimpin tergoda dengan gelar jabatan dan penguasa,
sehingga lupa pada substansi seorang pemimpin yang sebenarnya.
.
Oleh karena
itu, sebagai rakyat dengan sejuta harapan dan cita-cita bangsa, marilah kita
sadar, bahwasanya kita bukan hidup di negeri kayangan, yang semua keinginan dan
harapan bisa dicapai dengan cara instan. Kita hidup dalam kondisi yang mana
impian dan harapan bangsa bisa diwujudkan dengan proses yang panjang. Tidak
mudah membangun bangsa dan negara. Ia membutuhkan semua elemen yang mesti
bersatu padu, membentuk kesatuan yang solid. Jika kita akan berharap pada
pemimpin negeri, maka hendaklah kita menjadi rakyat yang cerdas, mampu
menentukan sikap dan jangan mau diberi janji tanpa ada kepastian yang pasti.
.
.
Salam dari
saya,
M. Khakim
Maulana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar