Senin, 12 Agustus 2019

Puisi : Serdadu Pilu



    Sebagai negara berdaulat, kehadiran pemimpin selalu dinanti oleh rakyat. Pemimpin adalah orang spesial yang memiliki posisi berharga bagi masa depan bangsa. Mau dibawa kemana negeri ini, bergantung pada sosok pemimpin negeri. Maka tak heran, jika seorang pemimpin menjadi harapan bagi semua umat.
.
    Hemat penulis, Pemimpin memiliki makna laksana merpati. Ia memiliki pribadi yang lembut dan mampu setia mengayomi pada rakyat. Ia tak tergoda pada permainan politik yang tidak sehat. Pemimpin juga tercermin pada diri Ratu Semut. Ia bekerja tak pernah luput dari memikirkan rakyat. Ia mensiasati semua kemungkinan yang akan terjadi dan selalu memikirkan masa depan dan cita-cita bangsa. Seorang pemimpin juga memiliki jiwa pemberani laksana Raja Rimba, akan tetapi keberanian itu disertai dengan hati nurani yang tahan emosi. Ia menggunakan keberaniannya hanya untuk melindungi, memberi kenyamanan dan ketentraman rakyat, bukan berambisi pada kepentingan pribadi. Seorang pemimpin tak lupa memiliki sikap bagai Si Induk Ayam yang adil terhadap rakyat. Ia tidak memikirkan perut sendiri, mampu berlaku secara adil pada semua rakyat untuk dipenuhi hak-haknya.
.
    Dengan memahami makna pemimpin di atas, hemat penulis seorang pemimpin itu memiliki tanggung jawab yang tidak mudah. Di samping pada besarnya program yang harus dijalankan, dalam perjalanannya seorang pemimpin harus menuai banyak rintangan dan godaan. Maka tak heran, jika kehadiran pemimpin di negeri ini belum sepenuhnya sesuai dengan harapan rakyat. Banyak janji-janji pemimpin yang hanya menjadi dongeng sesaat. Mereka para pemimpin tergoda dengan gelar jabatan dan penguasa, sehingga lupa pada substansi seorang pemimpin yang sebenarnya.
.
    Oleh karena itu, sebagai rakyat dengan sejuta harapan dan cita-cita bangsa, marilah kita sadar, bahwasanya kita bukan hidup di negeri kayangan, yang semua keinginan dan harapan bisa dicapai dengan cara instan. Kita hidup dalam kondisi yang mana impian dan harapan bangsa bisa diwujudkan dengan proses yang panjang. Tidak mudah membangun bangsa dan negara. Ia membutuhkan semua elemen yang mesti bersatu padu, membentuk kesatuan yang solid. Jika kita akan berharap pada pemimpin negeri, maka hendaklah kita menjadi rakyat yang cerdas, mampu menentukan sikap dan jangan mau diberi janji tanpa ada kepastian yang pasti.
.
.
Salam dari saya,
M. Khakim Maulana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DISKUSI MATERI 2

...