Oleh : M. Khakim Maulana
Pesatnya kemajuan teknologi
informasi dan komunikasi membawa tranformasi yang teramat besar di berbagai
bidang kehidupan khususnya bidang pendidikan. Menurut Putra Wanda, seorang
pengamat Teknologi Informasi di Candidate HRBUST China mengatakan
bahwa penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan
pendidikan nasional menjadi suatu keharusan di Lembaga Pendidikan. Keharusan itu
dipicu oleh maraknya aktivitas globalisasi. Globalisasi juga telah mengubah
kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka ke
arah pendidikan yang lebih terbuka. Dengan masuknya efek globalisasi,
pendidikan era milenial lebih bersifat dua arah, mampu bersaing dan
produktivitas tinggi.
Sebuah disiplin ilmu yang sering
disebut dengan Teknologi Pendidikan semakin berperan penting di era milenial.
Tentu hal ini akan membantu aktivitas belajar dan meningkatkan kualitas
pendidikan dengan membuat, menggunakan dan mengelola proses dan sumber
teknologi yang memadai. Di samping hal itu, Teknologi Pendidikan juga
memperalih fungsi menuju terciptanya inovasi pembelajaran yang efektif dan
efisien.
Sejalan dengan peran Teknologi
Pendidikan, realisasi proses pembelajaran juga tidak mau ketinggalan di era
milenial. Seorang dosen misalnya, di era ini seorang dosen mengalami transposisi
yang semula sebagai pendidik kini menjadi seorang fasilitator berkat Teknologi
Pendidikan. Transposisi ini mengakibatkan pada tuntutan kemandirian mahasiswa.
Mahasiswa tak lagi terpaku pada materi yang disampaikan dosen, akan tetapi diharuskan
mencari berbagai sumber referensi dan informasi guna menunjang proses
pembelajaran. Sumber referensi dan informasi di era milenial juga mengalami
transisi dari sekadar rak buku menjadi sumber berbasis digital. Sumber berbasis
digital itulah yang menjadi bagian dari Teknologi Pendidikan era milenial yang telah
disediakan lengkap dan tertata rapi untuk kemudahan mahasiswa.
Teknologi
Pendidikan yang berkembang pada pembelajaran Pendidikan Bahasa Arab sudah
semakin maju. Bisa dikatakan, pada setiap kompetensi dasar dalam bahasa arab
sudah ada teknologi yang menunjang kompetensi dasar tersebut. Misalnya pada
keterampilan Istima’ (mendengar) sudah ada laboratorium micro teaching,
keterampilan Kalam (berbicara) sudah memanfaatkan teknologi audio-visual
yakni penggunaan film berkonten bahasa arab, keterampilan Qira’ah
(membaca) sudah disediakan jurnal-jurnal elektronik dan sebagainya.
Hadirnya Teknologi Pendidikan secara
ideal sebenarnya banyak memberikan peran serta kemudahan bagi mahasiswa, akan
tetapi realitas mahasiswa PBA IAIN Pekalongan terhadap pemanfaatan teknologi
pendidikan masih cenderung minim. Jika diamati, ternyata masih banyak mahasiswa
PBA IAIN Pekalongan angkatan 2017 yang belum melek teknologi internet. Sebagai
contoh misalnya, ketika dosen memberikan tugas untuk mencari referensi artikel
di dalam jurnal elektronik, mereka masih belum lihai dalam menemukan jurnal
tersebut. Di samping belum melek
teknologi internet, kendala mereka justru pada kesulitan dalam mengoperasikan
dasar-dasar komputer. Mereka yang belum mahir dalam mengoperasionalkan komputer
disebabkan karena background mereka dari Pondok Pesantren Salaf yang
belum memandang pentingnya teknologi. Selain karena basic pesantren,
penyebab lain mereka memang belum mendapatkan pelatihan komputer secara
intensif. Bisa saja sekolah yang dulu mereka singgahi tidak ada pelatihan
khusus terkait komputer.
Sebagai upaya untuk membantu
mahasiswa PBA IAIN Pekalongan dalam memanfaatkan Teknologi Pendidikan adalah
pelaksanaan pelatihan komputer secara intensif. Melalui langkah ini, mahasiswa
yang belum mahir akan diberikan teori sekaligus praktik tentang dasar-dasar
komputer hingga mahir. Kedua, mahasiswa diarahkan agar menerapkan mindset
bahwa teknologi sangat penting bagi seorang mahasiswa. Hal itu dapat dilakukan
dengan menunjukkan kepada mahasiswa tentang keunggulan dan kemudahan
menggunakan teknologi dalam proses belajar. Dengan begitu, mahasiswa akan terpacu untuk lebih giat
lagi dalam mempelajari dan menguasai teknologi. Ketiga, seorang dosen
perlu memberikan tugas-tugas yang berbasis teknologi secara kontinu kepada
mahasiswa. Melalui tugas tersebut mahasiswa akan lebih sadar bahwa teknologi
sudah menjadi hal yang urgen bagi manusia zaman milenial khususnya di
kalangan mahasiswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar