Berbhinneka menuju Rahmatan Lil
’Alamin
Oleh : M. Khakim Maulana
Bhinneka
Tunggal Ika di dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti berbeda-beda,
tetapi tetap satu. Adapun berbhinneka merupakan kata kerja yang berarti bersikap
dalam perbedaan. Di dalam alquran surat Al-hujurat ayat 13 disebutkan bahwa
Allah telah menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan,
kemudian Allah jadikan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku agar manusia
saling mengenal. Petikan ayat tersebut memberi petunjuk bahwa secara substansi perbedaan
memang diciptakan oleh Allah, akan tetapi Allah memberi petunjuk lain yakni
agar manusia saling mengenal. Sikap saling mengenal ini menjadi cikal-bakal
bahwa perbedaan adalah anugerah dari Allah dan merupakan rahmat bagi seluruh
alam. Melalui perbedaan, kita akan sadar bahwa kita adalah makhluk yang memiliki
kekurangan dan saling membutuhkan satu sama lain. Sehingga dalam kehidupan
sehari-hari akan terwujud sikap tolong menolong, saling menghargai, dan saling
menghormati. Sikap tersebut merupakan wujud dari sikap berbhinneka dalam
kehidupan sehari-hari.
Sikap
berbhinneka sebagai cerminan mahasiswa Indonesia dapat diwujudkan melalui implementasi
nilai-nilai pancasila ke dalam kehidupan. Mahasiswa sebagai generasi
berpendidikan sudah sewajarnya mampu mengamalkan dan memberi teladan bagi
masyarakat luas. Adapun penerapan sikap berhinneka sebagai cermin mahasiswa Indonesia
dapat dilakukan melalui pemahaman sebagai berikut:
Pertama, nilai ketuhanan memberi petunjuk bahwa kita berhak memeluk dan
memilih agama sesuai kepercayaan masing-masing. Maka sebagai mahasiswa
Indonesia, kita harus bersikap toleran terhadap orang lain yang berbeda agama.
Kita sebagai mahasiswa harus sadar bahwa perbedaan tidak bisa dihindari. Kita
tidak bisa memaksakan kehendak mereka agar sama dengan kita. Sehingga, dengan
sikap berbhinneka kita bisa tetap hidup berdampingan, aman, nyaman, dan damai.
Kedua, nilai kemanusiaan memberi simbol agar kita harus memiliki jiwa
kemanusiaan yang adil dan beradab. Nilai tersebut harus kita sadari bahwa kita
hidup di dunia memiliki berbagai macam latar belakang seseorang. Beberapa dari
mereka ada yang berlatar belakang orang kaya, bangsawan, orang biasa, dan sebagainya.
Maka sebagai mahasiswa, kita harus berbhinneka dengan cara saling menghargai,
tidak merasa hebat, dan tidak membeda-bedakan orang lain dalam bersikap.
Ketiga, nilai persatuan mengharuskan kita agar bersatu padu dalam
menyongsong negara Indonesia. Kita sebagai mahasiswa sudah sepatutnya sadar
bahwa Indonesia memiliki berbagai macam suku, ras, budaya, etnis, agama, dan
golongan. Maka kita harus berbhinneka dengan cara saling menghormati satu sama
lain agar tetap mencapai nilai persatuan Indonesia.
Keempat, nilai permusyawaratan memberikan petunjuk bahwa kita memiliki hak
berpendapat. Maka sebagai mahasiswa Indonesia, kita harus menghargai pendapat
orang lain yang berbeda dari kita di dalam bermusyawarah. Sehingga dalam
mencapai persetujuan kita menggunakan musyawarah mufakat sebagai wujud sikap
berbhinneka.
Kelima, nilai keadilan sosial mengharuskan kita bersikap adil kepada
siapapun. Tidak memandang sebelah terhadap orang lain, dan selalu berusaha
memberikan pelayanan terbaik kepada setiap orang. Maka sikap berbhinneka yang
tercermin pada nilai ini adalah bahwa mahasiswa Indonesia hendaklah memiliki
jiwa solidaritas yang tinggi dengan tidak membeda-bedakan satu sama lain.
Sikap
berbhinneka memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan suatu
bangsa. Jika setiap bangsa terutama mahasiswa Indonesia sudah memperhatikan dan
mengamalkan sikap berbhinneka, maka segala masalah yang ada di Indonesia
mungkin tidak akan terjadi atau dapat
terselesaikan dengan cepat dan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar