Senin, 12 Agustus 2019

Berbhinneka menuju Rahmatan Lil ’Alamin


Berbhinneka menuju Rahmatan Lil ’Alamin
Oleh : M. Khakim Maulana

Bhinneka Tunggal Ika di dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti berbeda-beda, tetapi tetap satu. Adapun berbhinneka merupakan kata kerja yang berarti bersikap dalam perbedaan. Di dalam alquran surat Al-hujurat ayat 13 disebutkan bahwa Allah telah menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Allah jadikan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku agar manusia saling mengenal. Petikan ayat tersebut memberi petunjuk bahwa secara substansi perbedaan memang diciptakan oleh Allah, akan tetapi Allah memberi petunjuk lain yakni agar manusia saling mengenal. Sikap saling mengenal ini menjadi cikal-bakal bahwa perbedaan adalah anugerah dari Allah dan merupakan rahmat bagi seluruh alam. Melalui perbedaan, kita akan sadar bahwa kita adalah makhluk yang memiliki kekurangan dan saling membutuhkan satu sama lain. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari akan terwujud sikap tolong menolong, saling menghargai, dan saling menghormati. Sikap tersebut merupakan wujud dari sikap berbhinneka dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap berbhinneka sebagai cerminan mahasiswa Indonesia dapat diwujudkan melalui implementasi nilai-nilai pancasila ke dalam kehidupan. Mahasiswa sebagai generasi berpendidikan sudah sewajarnya mampu mengamalkan dan memberi teladan bagi masyarakat luas. Adapun penerapan sikap berhinneka sebagai cermin mahasiswa Indonesia dapat dilakukan melalui pemahaman sebagai berikut:
Pertama, nilai ketuhanan memberi petunjuk bahwa kita berhak memeluk dan memilih agama sesuai kepercayaan masing-masing. Maka sebagai mahasiswa Indonesia, kita harus bersikap toleran terhadap orang lain yang berbeda agama. Kita sebagai mahasiswa harus sadar bahwa perbedaan tidak bisa dihindari. Kita tidak bisa memaksakan kehendak mereka agar sama dengan kita. Sehingga, dengan sikap berbhinneka kita bisa tetap hidup berdampingan, aman, nyaman, dan damai.
Kedua, nilai kemanusiaan memberi simbol agar kita harus memiliki jiwa kemanusiaan yang adil dan beradab. Nilai tersebut harus kita sadari bahwa kita hidup di dunia memiliki berbagai macam latar belakang seseorang. Beberapa dari mereka ada yang berlatar belakang orang kaya, bangsawan, orang biasa, dan sebagainya. Maka sebagai mahasiswa, kita harus berbhinneka dengan cara saling menghargai, tidak merasa hebat, dan tidak membeda-bedakan orang lain dalam bersikap.
Ketiga, nilai persatuan mengharuskan kita agar bersatu padu dalam menyongsong negara Indonesia. Kita sebagai mahasiswa sudah sepatutnya sadar bahwa Indonesia memiliki berbagai macam suku, ras, budaya, etnis, agama, dan golongan. Maka kita harus berbhinneka dengan cara saling menghormati satu sama lain agar tetap mencapai nilai persatuan Indonesia.
Keempat, nilai permusyawaratan memberikan petunjuk bahwa kita memiliki hak berpendapat. Maka sebagai mahasiswa Indonesia, kita harus menghargai pendapat orang lain yang berbeda dari kita di dalam bermusyawarah. Sehingga dalam mencapai persetujuan kita menggunakan musyawarah mufakat sebagai wujud sikap berbhinneka.
Kelima, nilai keadilan sosial mengharuskan kita bersikap adil kepada siapapun. Tidak memandang sebelah terhadap orang lain, dan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap orang. Maka sikap berbhinneka yang tercermin pada nilai ini adalah bahwa mahasiswa Indonesia hendaklah memiliki jiwa solidaritas yang tinggi dengan tidak membeda-bedakan satu sama lain.
Sikap berbhinneka memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan suatu bangsa. Jika setiap bangsa terutama mahasiswa Indonesia sudah memperhatikan dan mengamalkan sikap berbhinneka, maka segala masalah yang ada di Indonesia mungkin  tidak akan terjadi atau dapat terselesaikan dengan cepat dan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DISKUSI MATERI 2

...