Sejak dulu
kita kenal dengan namanya pahlawan. Ketika mendengar kata pahlawan, bayangan
kita selalu merujuk pada sosok pejuang gagah berani melawan penjajahan. Mereka
berjuang mati-matian. Berperang, berlumur darah, terseok-seok sudah menjadi
makanan sehari-hari. Mereka mengorbankan diri, meninggalkan keluarga dan sanak
saudara. Bahkan tak sedikit dari mereka yang gugur di medan peperangan. Mereka
tidak butuh kekuasaan, hanya sedikit harapan yakni bisa merasakan kebebasan,
indahnya kemanusiaan dan menggapai suatu kemerdekaan. Maka memang benar,
merekalah Sang Pahlawan, Pejuang Kemerdekaan yang harus selalu kita kenang dan
kita pertahankan.
.
Akan tetapi
itu tempo dulu kawan. Mereka berjuang dengan sejuta risiko yang sangat sulit kita
lakukan. Lantas, apakah waktu sekarang kita tidak bisa menjadi pahlawan?
.
Tentu SANGAT
BISA kawan !
.
Pahlawan tidak
bermakna cukup sampai era tertentu. Pahlawan memiliki makna yang tak terbatas
oleh waktu--hanya saja realisasi bertransformasi sesuai perkembangan situasi
dan kondisi. Makna pahlawan era sekarang adalah suatu bentuk kesadaran dan
mengerti arti kemerdekaan dari Sang Pejuang Kemanusiaan. Maka dengan kesadaran
dan pemahaman tersebut, diri kita menjadi tergugah. Kita mulai bergerak ke
segala arah di era millenial sekarang. Kita harus menjadi generasi yang cerdas.
Akan sangat sulit melawan, jika kita
memiliki sedikit modal. Oleh karena itu, persiapkan modal dan terus mengasah
potensi diri dengan bercengkerama bersama kehidupan, tak harus melulu dari
pendidikan.
.
Pahlawan millenial
ialah mereka yang merendahkan kebesaran. Mereka hanya berjuang dengan niat
tulus mengabdikan diri pada warisan kehormatan. Mereka bergerak ke segala
bidang, mulai dari arena kejuaraan dengan mengharumkan nama Indonesia di kancah
dunia, hingga pejuang keadilan demi terwujudnya kesejahteraan. Mereka para
pahlawan juga menghalau popularitas, terus berkarya untuk Bangsa Indonesia
tanpa mengenal ambang batas.
.
.
Salam dari
saya,
M. Khakim
Maulana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar